Salak Buah Asli Indonesia

 

Anda bisa datang ke Taman Wisata Mekarsari di Jonggol, Cileungsi. Lalu, temukan kawasan Blok A yang ditumbuhi tanaman salak. Greg Hambali, seorang peneliti dan kolektor salak, mengatakan, “Mekarsari menyimpan 6 dari 20-an varietas salak.” Sementara, Mohamad Reza Tirtawinata (Direktur R & D Mekarsari Research Station), menambahkan, “Koleksi salak di Mekarsari ini adalah yang paling lengkap di dunia.”

Kulit buah ini serupa kulit ular; bersisik. Oleh karena itu, nama internasional untuk buah ini adalah snake fruit. Salak memang bukan buah paling populer di Indonesia. Setidaknya, buah ini belum mampu menyaingi ketenaran durian dan manggis. Biar begitu, salak tetap ada, dan bahkan, terus memperkenalkan varietas-varietas baru.

Varietas yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis Salacca zalacca. Jenis ini memiliki dua varietas, yaitu Zalacca (dikenal sebagai salak jawa) dan Amboinensis (salak bali). Salak termasuk tanaman buah yang dilepas tahun 1984-2011. Semua salak yang disebut tanaman yang dilepas berarti sudah mengantungi Surat Keputusan Menteri dan diakui oleh pemerintah. Semua asal-usulnya terdaftar, mulai dari tempat ditemukan, waktu, pemilik, hingga usia pohon.

Salak merupakan salah satu buah asli Indonesia, bersama rambutan, durian, manggis, kedondong, jambu air, dan duku. Buah ini termasuk dalam famili Palmae. Artinya, ia serumpun dengan kelapa, kelapa sawit, aren, palem, dan pakis.

Berdasarkan daftar varietas hortikultura yang dirilis Direktorat Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian 2011, tercatat ada 26 jenis dan varietas salak. Salak pondoh dari Yogyakarta, salak condet dari Jakarta, salak bali dari Bali, salak manonjaya dari Tasikmalaya, dan salak sidempuan dari Sumatra Utara termasuk di antaranya.

Reza mengatakan, “Banyak salak di hutan yang belum terdeskripsi sudah hilang. Ada sekitar 99,9% salak yang belum punya nama. Belum sempat teridentifikasi sudah punah. Kita tidak pernah tahu.” Ringkasnya, salak-salak yang selama ini namanya familiar di telinga kita hanya sebesar 0,1% dari keseluruhan jenis salak yang ada di dunia. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *